Perusahaan transnational



Bisnis saat ini merupakan hal yang sangat di minati oleh kaum pemuda pada era atau generasi saat ini. Banyak hal yang bias didapat dari menjalankan sebuah bisnis, tidak melulu tentang profit ataupun uang walaupun memang tujuan utama menjalankan bisnis yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Tapi dari menjalan bisnis tersebut kita dapat memperoleh banyak manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Seperti halnya memperluas wawasan tentang dunia secara nyata ataupun memperluas relasi dengan orang lain. Mengingat kembali mengenai prinsip social yaitu hidup juga membutuhkan orang lain, namun tetap saja tak boleh selalu mengandalkan orang lain.

Dengan berbisnis pun kita dapat mengembangkan diri dan mengasah kemampuan ataupun orientasi pola pikir. Membuka suatu bisnis juga dapat memeberikan manfaat orang lain seperti membuka lapangan pekerjaan dan menawarkan hal yang saling menguntungkan dan memang dibutuhkan untuk orang lain. Di usia yang masih muda biasanya jiwa untuk berbisnis sudah mulai bergejolak bahkan sangat bernafsu untuk menjalankannya, namun hal itu jika kita lihat dari keuntungannya saja jika sukses kelak. Untuk bisa memulai bisnis itu harus bertahap dan memiliki passion yang tinggi. Dari bagaimana kita mengatur rencana awal sampai strategi untuk kedepan. Tentunya semua orang menginginkan bisnis yang berkembang bahkan sangat maju kedepannya, dimulai dari usaha kecil-kecilan bahkan kalau bisa sampai menyentuh ranah internasional.



Kontributor:
Rivaldi Gama



Apakah itu Perusahaan Transnasional?

Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai perkembangan pebisnis muda dari Thailand yang memiliki perusahaan Transnasional di bidang snack food makanan ringan. Transnasional sendiri merupakan salah satu strategi bisnis dalam hal perluasan cakupan suatu perusahaan melewati batas-batas kedaulatan negara tersebut namun masih mempertahankan ciri atau khas dari perusahaan asal tersebut. Perusahaan Transnasional sendiri merupakan perusahaan yang awal mula dibentuk sebagai perusahaan induk dan nantinya akan dikembangkan atau menghasilkan anak-anak perusahaan tersendiri di berbagai negara namun tetap dikelola atau di atur oleh perusahaan induk tersebut. Perusahaan Transnasional merupakan perusahaan komersial yang mengoperasikan fasilitas substansial, melakukan bisnis di lebih dari satu negara dan tidak menganggap negara tertentu sebagai rumah nasionalnya.

Organisasi bersaing secara internasional menghadapi pilihan dalam hal alokasi sumber daya, keseimbangan wewenang antara kantor pusat dan unit bisnis, dan sejauh mana produk dan layanan disesuaikan untuk mengakomodasi selera dan preferensi pasar lokal. Bila menggunakan strategi transnasional, tujuannya adalah menggabungkan elemen strategi global dan multidomestik. Masing-masing akan dibahas secara singkat.

Strategi global melibatkan konsentrasi sumber dan kemampuan tingkat tinggi di kantor pusat dan sentralisasi wewenang untuk memanfaatkan potensi skala dan ekonomi belajar. Kustomisasi di tingkat lokal tentu saja rendah. Strategi multidomestic, di sisi lain, mewakili pandangan berlawanan dari strategi internasional. Sumber daya tersebar di berbagai negara di mana perusahaan melakukan bisnis, otoritas pembuat keputusan didorong ke tingkat lokal, dan setiap unit bisnis diperbolehkan menyesuaikan penawaran produk dan pasar dengan kebutuhan spesifik. Korporasi sebagai keseluruhan mendahului manfaat yang bisa didapat dari sentralisasi dan koordinasi beragam kegiatan.

Strategi transnasional memungkinkan pencapaian manfaat yang melekat baik pada strategi global maupun multidomestik. Komponen luar negeri diintegrasikan ke dalam keseluruhan struktur perusahaan di beberapa dimensi, dan masing-masing komponen diberdayakan untuk menjadi sumber inovasi khusus. Ini adalah pendekatan manajemen di mana sebuah organisasi mengintegrasikan kegiatan bisnis globalnya melalui kerja sama dan saling ketergantungan yang erat antara kantor pusat, operasi, dan anak perusahaan internasional, dan penggunaan teknologi informasi global yang tepat.

Filosofi kunci dari sebuah organisasi transnasional adalah adaptasi terhadap semua situasi lingkungan dan mencapai fleksibilitas dengan memanfaatkan arus pengetahuan (yang mengambil bentuk keputusan dan informasi bernilai tambah) dan komunikasi dua arah di seluruh organisasi. Karakteristik utama strategi transnasional adalah kontribusi terdiferensiasi dari semua unitnya terhadap operasi terpadu di seluruh dunia. Sebagai salah satu karakteristik lainnya, sebuah inovasi bersama oleh kantor pusat dan oleh beberapa unit di luar negeri mengarah pada pengembangan produk dan layanan yang relatif standar namun fleksibel yang dapat menangkap beberapa pasar lokal. Pengambilan keputusan dan pembuatan pengetahuan didistribusikan di antara unit organisasi transnasional.

Struktur mengikuti strategi, menyiratkan bahwa strategi transnasional harus memiliki struktur yang sesuai untuk menerapkan strategi. Sama seperti strategi transnasional adalah strategi kombinasi atau hibrida antara strategi global dan multidomestik, struktur organisasi perusahaan yang mengejar strategi transnasional adalah struktur yang mengacu pada karakteristik struktur geografis di seluruh dunia dan struktur divisi produk di seluruh dunia. Kombinasi mekanisme yang dibutuhkan agak kontradiktif, karena strukturnya perlu dipusatkan dan terdesentralisasi, terpadu dan tidak terpadu, dan formal dan nonformal. Tetapi perusahaan yang berhasil menerapkan strategi dan struktur ini seringkali berkinerja lebih baik daripada perusahaan yang hanya menggunakan strategi multidomestik atau global.

Perusahaan transnasional sering masuk ke dalam aliansi strategis dengan pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis lainnya untuk menghemat waktu dan modal. Sebagai kemitraan jangka panjang, aliansi ini dapat membawa pada kompetensi khusus perusahaan, gerai pasar yang relatif stabil dan canggih yang membantu dalam mengasah produk dan layanannya, atau sumber pasokan yang stabil dan fleksibel. Hal ini dapat mengakibatkan perusahaan virtual, terdiri dari beberapa perusahaan independen yang berkolaborasi untuk membawa produk atau layanan ke pasar.

Model transnasional merupakan kompromi antara otonomi daerah dan pengambilan keputusan terpusat. Organisasi mencari keseimbangan antara tekanan untuk integrasi global dan tekanan untuk respons lokal. Ini mencapai keseimbangan ini dengan menjalankan strategi terdistribusi yang merupakan hibrida dari strategi terpusat dan terdesentralisasi. Di bawah model transnasional, aset dan kemampuan korporasi multinasional tersebar sesuai dengan lokasi yang paling menguntungkan untuk aktivitas tertentu. Bersamaan dengan itu, operasi di luar negeri saling bergantung, dan pengetahuan dikembangkan bersama dan dibagi ke seluruh dunia.




Kenapa Memilih Perusahaan Transnational?


Itthipat Kunlaphongwanit atau biasa dipanggil Tob merupakan pemilik dari perusahaan Transnasional makanan ringan Tao Kae Noi atau makanan ringan rumput laut goreng beraneka rasa yang berbasis di Thailand dan sudah memasarkan produknya di area Asia-Pasifik. Dia dan keluarganya memiliki saham perusahaan 73% dan media Forbes mengatakan kekayaan Tob berkisar mencapai $390 juta dari hasil penjualan produk tersebut di tahun 2016. Yang menarik dari perkembangan bisnis transnasional ini yaitu dilihat dari proses berkembangnya.

Tob terlahir dari keluarga yang cukup mapan dan menjadikan Tob tidak memikirkan masa depannya. Dia menyelesaikan sekolahnya dari TK dan SD di Panapun Wittaya School, SMP di St. Francis Xavier School, dan SMA di Suankularb Wittayalai School, dan sekarang dia lulus dengan gelar bachelor’s degree di Universitas Chamber of Commerce Thailand mengambil jurusan administrasi bisnis. Ketika masih berumur 16 tahun, dia sangat ketagihan bermain game dan dari bermain game itulah tob mendapatkan kesuksesan dan mendapat beberapa penghargaan dalam berbagai turnamen, dia selalu dipandang sebelah mata oleh beberapa gurunya di sekolah dan oleh karenanya dia sempat memutuskan untuk drop out dari sekolahnya dan menjadi pedagang kacang keliling. Ketika berumur 17 tahun dia memutuskan untuk menginvestasikan uangnya yang berasal dari bermain game tadi sebagai modal usaha menjual kacang yang kala itu sedang populer di Thailand.

Namun membuat suatu usaha memanglah tidak mudah, pasang surut pendapatan sering dialaminya bahkan sampai bangkrut sekalipun, namun kegigihan Tob untuk berjuanglah yang membuat dirinya tak patah semangat. Dari usaha dia untuk terus berjualan lah dia mendapatkan modal dan ide untuk membuat snack kemasan rumput kaut beraneka rasa yang mana sangat sukses dan populer di Thailand bahkan sampai di export ke negara lain seperti Indonesia, Jepang, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat.


Dari sinilah Tob mulai memikirkan bagaimana caranya perusahaannya naik level menjadi perusahaan Transnasional. Awal mulanya Tob mendapatkan ilmu tentang pengembangan bisnis di Universitas nya. Munculah pemikiran bahwa ketika ingin sukses mengembangkan perusahaannya dia juga perlu memiliki relasi dan bantuan dana oleh pihak lain. Akhirnya Tob memutuskan untuk mengajukan proposal ke perusahaan Seven Eleven untuk memasarkan produknya. Namun tetap saja ada saja hal yang membuat Tob kerepotan untuk mengurus kelayakan dari produknya dari dalam hal kemasa, sterilisasi pabrik, jumlah karyawan, dll. Mengingat perusahaan Tob sendiri merupakan perusahaan yang mandiri atau termasuk perusahaan perorangan dan sangat tradisional dalam hal produksi dan pemasarannya.

Akhirnya perusahaan Seven Eleven menyetujui proposal dari Tob dengan syarat Tob harus mampu memenuhi semua standart yang ditetapkan oleh Seven Eleven dan harus memproduksi dalam skala yang besar untuk dapat di pasarkan di berbagai gerai Seven Eleven diberbagai negara. Hal ini juga lah yang membuat Tob berpikir sangat keras bagaimana caranya mendapatkan modal sebanyak itu, tapi tetap saja dia tak pernah menyerah untuk mendapatkannya dan pada akhirnya pada Tahun 2003 Tob resmi memiliki perusahaan Tao Kae Noi Food and Marketing Co.,Ltd. Tao Kae Noi Food and Marketing Co.,Ltd sekarang sudah bergerak di 3 segment yaitu makanan ringan, restaurant, dan penyedap rasa.

Di umurnya yang ke 23 pada saat itu yang tergolong masih sangat muda untuk menjalan suatu bisnis yang besar. Dimulai dari bisnis kecil-kecilannya sendiri dengan strategi dan pemikirannya brilliannya ia mampu menjadi salah satu pebisnis muda di Thailand yang tergolong sangat sukses dan sangat di kenal disana.

Untuk menjalankan sebuah bisnis memang membutuhkan strategi yang sangat matang. Walaupun memulai dari awal kita harus dapat melihat peluang bisnis tersebut dan dapat mengembangkannya dengan meyakinkan. Apalagi jika memutuskan untuk menggunakan transnational strategy, membutuhkan konsentrasi yang serius dan mengikuti aturan atau teori yang biasanya dijalankan. Memang dalam bisnis teori biasanya hanya sebagai referensi saja, yang terpenting dalam menerapkannya dan menjalankan strategi yang dipilih. Transnational strategy dipilih ketika memang kemampuan perususahaan tersebut sudah memumpuni dan memiliki relasi yang kuat dan menyebar dengan pihak luar. Bahkan dapat dikatakan ketika ingin menjalankan starategi ini, suatu perusahaan memang harus benar-benar siap dengan kriteria yang ada atau yang dituntut sebagai perusahaan transnational. Pastinya hal ini juga membutuhkan profit atau asset perusahaan yang cukup besar. Sehingga siap untuk terjun dan bersaing di pasar internasional.


Kesimpulan

Untuk menjalankan sebuah bisnis memang membutuhkan strategi yang sangat matang. Walaupun memulai dari awal kita harus dapat melihat peluang bisnis tersebut dan dapat mengembangkannya dengan meyakinkan. Apalagi jika memutuskan untuk menggunakan transnational strategy, membutuhkan konsentrasi yang serius dan mengikuti aturan atau teori yang biasanya dijalankan. Memang dalam bisnis teori biasanya hanya sebagai referensi saja, yang terpenting dalam menerapkannya dan menjalankan strategi yang dipilih. Transnational strategy dipilih ketika memang kemampuan perusahaan tersebut sudah memumpuni dan memiliki relasi yang kuat dan menyebar dengan pihak luar. Bahkan dapat dikatakan ketika ingin menjalankan strategi ini, suatu perusahaan memang harus benar-benar siap dengan kriteria yang ada atau yang dituntut sebagai perusahaan transnational. Pastinya hal ini juga membutuhkan profit atau asset perusahaan yang cukup besar. Sehingga siap untuk terjun dan bersaing di pasar internasional.

Popular posts

Sistem informasi global dan penerapannya oleh perusahaan multinasional

Bullwhip effect

Analisis sensitivitas