Teknologi augmented reality


tentang augmented reality


Pada saat ini dimana zaman sudah modern, para ahli banyak menciptakan teknologi baru yang canggih. Dimana teknologi tersebut diciptakan untuk membantu serta mendukung manusia pada saat melakukan kegiatan. Salah satu teknologi tersebut adalah augmented reality. Augmented reality merupakan teknologi yang memperkecil batas yang dibuat antara dunia nyata dan dunia virtual yang biasa kita lihat di layar. Augmented reality membantu untuk mewujudkan realitas yang dihasilkan oleh komputer atau sistem.

Namun, augmented reality hanya tidak mewujudkan realitas secara sempurna. Augmented reality hanya sekedar untuk menambahkan dan melengkapi. Benda benda yang berasal dari dunia maya hanya mampu menghasilkan informasi yang mungkin kita tidak bisa terima sepenuhnya menggunakan indera yang kita punya. Namun, dengan hadirnya augmented reality batas itu telah diperkecil. Karena, augmented reality merupakan teknologi yang membantu agar penggunanya dapat melakukan interaksi dan membantu persepsi penggunanya dengan dunia virtual.


Kontributor:
Aziz Shabri Nahdi


Pengertian augmented reality

Augmented reality merupakan teknologi baru yang diciptakan para pakar. Augmented reality menggabungkan benda dari dunia virtual dua ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan tiga dimensi lalu benda-benda dunia virtual tersebut diproyeksikan ke dunia nyata. Teknologi ini mampu memperkecil batas antara apa yang dihasilkan oleh komputer atau sistem berupa benda virtual dengan apa yang nyata. Sehingga penggunanya dapat melihat, mendengar, bahkan merasa apa yang dihasilkan oleh komputer atau sistem tersebut. Tetapi, Augmented reality belum mampu untuk mewujudkan realitas yang dihasilkan oleh komputer sepenuhnya, realitas tersebut hanya untuk menambahkan atau melengkapi. Benda benda yang berasal dari dunia maya tersebut hanya mampu menghasilkan informasi yang mungkin kita tidak bisa terima sepenuhnya menggunakan indera yang kita punya.

Oleh karena itu, Augmented reality merupakan alat yang sesuai sebagai pembantu penggunanya dalam berinteraksi dan membantu dalam persepsi penggunanya. Informasi yang diperoleh dan ditampilkan oleh benda virtual membantu penggunanya dalam melakukan kegiatan-kegiatan di dunia nyata. Augmented reality bisa diaplikasikan oleh semua indera yang dimiliki oleh penggunanya seperti pendengaran, sentuhan, bahkan penciuman. Teknologi augmented reality juga telah dipasangkan ke dalam beberapa hardware yang bisa kita gunakan didalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah Google Glass, atau Augmented reality headset (headset komputer). Dengan perangkat tersebut kita bisa merasakan bagaimana informasi ataupun objek virtual bisa digabungkan ke dalam dunia nyata.


Metode augmented reality

Marker augmented reality (marker based tracking)

Metode ini biasanya menggunakan suatu ilustrasi berbentuk persegi yang berwarna hitam dan putih dengan batas yang berwarna hitam tebal dan menggunakan latar belakang berwarna putih. Pengguna dapat mengenali posisi suatu objek marker dan menciptakan sebuah dunia virtual 3D yaitu berupa titik dan berupa sumbu dalam suatu komputer. Metode ini dikembangkan mulai sekitar tahun 1980. Metode ini juga mulai dikembangkan dalam penggunaan di augmented reality.

Markeless augmented reality

Metode ini tidak memerlukan sebuah marker. Untuk menampilkan objek virtual metode ini tidak memerlukan marker lagi. Perusahaan augmented reality saat ini mengembangkan Dengan metode Markeless augmented reality ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan elemen-elemen digital. Seperti yang saat ini dikembangkan oleh perusahaan augmented reality, ada beberapa macam teknik markerless tracking. Antara lain :
  1. Face tracking
  2. Teknik ini membuat komputer dapat mengenali wajah manusia. Komputer dapat mengenali posisi dari hidung, mata, dan mulut. Komputer secara otomatis akan mengabaikan objek lain disekitar penggunanya. Karena algoritma di komputer yang terus dikembangkan. Pada tahun 2010, teknik ini pernah dipakai pada saat event Pekan Raya Jakarta. Pada teknologi smartphone, teknik face tracking juga sudah mulai digunakan. Contohnya pada aplikasi instagram dan snapchat. Teknik ini sudah digunakan pada fitur di instagram yaitu snapgram ataupun di fitur yang snapchat gunakan. Aplikasi tersebut dapat langsung melakukan face tracking keika pengguna ingin menggunakan efek efek tertentu yang tersedia di aplikasi tersebut.
  3. 3D object tracking
  4. Teknik ini dapat mengenal benda-benda mati yang berada di sekitar pengguna seperti kendaraan, tv, lemari, maupun yang lainnya. Teknik ini tentunya sangat berbeda dengan teknik face tracking yang hanya dapat mengenali wajah penggunanya atau manusia.
  5. Motion tracking
  6. Teknik ini berbeda dengan teknik-teknik yang dijelaskan sebelumnya. Teknik ini dapat mengenali gerakan penggunanya. Teknik ini biasanya digunakan dalam produksi film yang biasanya mensimulasikan gerakan. Contohnya, film Avatar, The Avengers, ataupun KONG.
  7. GPS based tracking
  8. Teknik ini mulai popular pada saat ini karena banyak dikembangkan pada aplikasi di komputer maupun di smartphone. Teknik ini memanfaatkan fitur GPS yang berada di dalam komputer dan smartphone. Komputer dan smartphone memperoleh data dari GPS dan menampilkannya kedalam bentuk arah secara nyata. Ada beberapa aplikasi yang menampilkannya secara 3D seperti Google Maps, dan Waze.


Beberapa bidang yang menerapkan teknologi augmented reality

Teknologi augmented reality sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang karena memiliki banyak manfaat yang memudahkan pekerjaan para penggunanya. Berikut ini adalah contoh beberapa bidang yang telah menerapkan teknologi augmented reality.
  • Bidang kedokteran dan medis
  • Dalam bidang kedokteran teknologi Augmented Reality itu sangat penting. Contoh pengaplikasian Artificial Intelligence dalam bidang ini adalah pada CT Scan atau MRI yang berguna pada pemeriksaan pasien sebelum dioperasi. Ahli bedah dapat mendapat gambaran tentang anatomi atau organ dalam pasien. Sehingga ahli bedah dapat merencanakan pembedahan secara matang.
  • Hiburan (entertainment)
  • Dalam bidang hiburan pengaplikasian Augmented Reality bisa digunakan sebagai media iklan. Contohnya adalah ketika kita menonton pertandingan sepak bola ditelevisi, pasti kita melihat iklan yang berada dipinggir lapangan. Iklan itu tidak nyata sebenarnya, karena yang hanya bisa melihat itu hanya yang menonton yang bisa melihatnya. Karena stasiun televise menambahkan iklan tersebut bukan sebagai objek yang nyata tetapi iklan tersebut ditambahkan sebagai objek virtual. Contoh lainnya adalah ketika kita menonton berita pada segmen prakiraan cuaca. Kita sering melihat pembawa acaranya berdiri diatas peta yang menunjukan prakiraan cuaca. Bagaimana bisa? Itu dikarenakan karena stasiun televise tersebut sebenarnya menggunakan latar belakang berwarna hijau polos. Namun lata belakang tersebut diganti dengan tampilan lain secara digital. Gambar tersebut juga terlihat memiliki unsur dunia virtual didalamnya. Karena dibantu dengan pengaturan cahaya, warna, dan kontras.
  • Latihan militer (military training)
  • Dalam bidang militer Augmented Reality telah diterapkan pada latihan tempur yang mereka lakukan. Salah satu contohnya adalah Augmented Reality digunakan dalam sebuah permainan perang. Didalam permainan tersebut prajurit akan masuk ke dunia game yang seolah-olah mereka seperti melakukan perang sungguhan. Nama sistem permainan tersebut adalah SIMNET. Dalam sistem permainan tersebut prajurit dilengkapi oleh helm dengan perangkat tambahan seperti kacamata. Melalui perangkat tambahan tersebut, prajurit akan mendapatkan berbagai informasi seperti aktivitas unit yang lainnya, dan juga prajurit dapat melihat helikopter yang akan datang atau menuju tempat peperangan. Dalam sistem permainan tersebut tampilan medang perang terlihat nyata dan juga ditambah dengan informasi untuk dapat melihat unit musuh yang tidak bisa kita lihat jika kita tidak menggunakan perlengkapan Augmented Reality.
  • Navigasi (navigation)
  • Augmented Reality juga digunakan dalam bidang navigasi. Sistem navigasi memanfaatkan GPS pada sebuah komputer atau smartphone pengguna, agar dapat melacak keberadaan penggunanya. Hal tersebut membuat para pakar membuat fitur penunjuk arah. Dalam fitur penunjuk arah tersebut, selain kita dapat melihat penunjuk arah tersebut, fitur tersebut juga dapat menghasilkan suara. Suara tersebut berguna untuk memberitahu pengguna untuk berbelok, berputar balik, maupun untuk jalan lurus. Contoh aplikasi tersebut adalah Google Maps. Pada aplikasi Google Maps kita dapat tahu dimana tempat kita berada, selain itu kita juga dapat mengetahui tempat – tempat lain yang ada di sekitar kita seperti restoran, hotel, maupun tempat ibadah. Google Maps juga dapat menunjukan arah ke tempat yang mau kita tuju. Contohnya ketika kita ingin mencari Restoran X. Kita hanya perlu mengetik nama tempat tersebut dan Google Maps akan mencari dan mencocokan tempat tersebut dengan daerah tempat kita berada dan Google Maps akan memberikan petunjuk arah. Google Maps juga dapat menyuarakan kepada pengguna untuk membelokan arah, putar balik, lurus, ataupun yang lainnya.
     


Teknologi Augmented Reality


Masa depan dari augmented reality

Tujuan dari teknologi Augmented Reality adalah memperkecil batas yang ada antara dunia virtual dengan dunia yang nyata, dunia yang kita tinggali. Teknologi Augmented Reality tidak menggantikan posisi dunia virtual menjadi dunia nyata. Berbeda dengan Virtual Reality. Augmented Reality sangat membantu dalam berbagai bidang, seperti militer, kesehatan, Pendidikan, serta yang lainnya. Pengguna dari Augmented Reality dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan sebelum adanya teknologi ini. Dengan teknologi ini penggunanya dapat berinteraksi dengan benda-benda dari dunia virtual. Penggunanya dapat menyentuh dan melihat benda-benda virtual tersebut.


Perbedaan dari augmented reality dan virtual reality

Teknologi virtual reality membawa dunia virtual menjadi terasa seperti dunia nyata. Teknologi ini membuat dunia virtual sudah seperti dunia nyata, secara tidak langsung posisi dunia virtual tersebut telah menggantikan posisi dari dunia nyata. Dalam penggunaannya, virtual reality tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. Itu karena, virtual reality mempunya dunia sendiri yaitu dunia virtual. Teknologi ini memang membuat dunia nyata penggunanya seakan akan digantikan oleh dunia virtual.

Jika dalam teknologi virtual reality, penggunanya masuk kedalam dunia virtual, maka teknologi augmented reality itu berbeda. Teknologi ini menggabungkan dunia virtual dan dunia nyata penggunanya. Pengguna tetap berada didunia nyata namun dunia virtual tersebut yang masuk kedalam dunia nyata pengguna. Penggunanya dapat melihat dan menyentuh benda virtual yang berada disekitarnya. Salah satu contohnya adalah aplikasi game yang bernama Pokemon GO. Aplikasi ini dapat dengan mudah didapatkan melalui akun layanan playstore. Game ini memanfaatkan teknologi augmented reality dengan menggunakan kamera dari smartphone penggunanya untuk melihat Pokemon yang berkeliaran di sekitar pengguna. Pengguna pun dapat menangkap langsung monster Pokemon yang berkeliaran di antara manusia tersebut melalui perangkat smartphone yang pengguna gunakan. Dalam memainkan game ini pengguna tetap berada di dunia nyata.



augmented reality vs virtual reality

Perkembangan augmented reality

1901-1989

Pada tahun 1901, L. Frank Baum, yang merupakan seorang penulis menyebutkan gagasan tentang tampilan elektronik / sebuah kacamata yang melapisi data ke kehidupan nyata, dan diberi nama 'character marker'. Di tahun1957-62, Morton Heilig, seorang sinematografer, menciptakan dan mematenkan sebuah simulator yang disebut sensorama dengan visual, suara, getaran, dan bau. Kemudian di tahun 1968, Ivan Sutherland menciptakan tampilan yang dipasang pada kepala dan memposisikannya sebagai suatu jendela ke dunia maya. Myron Krueger menciptakan Videoplace untuk memungkinkan pengguna berinteraksi dengan benda virtual untuk pertama kalinya pada tahun 1975.

Di tahun 1980, Steve Mann menciptakan komputer pertama yang dapat dipakai, sistem penglihatan komputer dengan lapisan teks dan grafis pada adegan yang dimotori secara fotografi. Pada tahun 1981, Dan Reitan secara geospasial memetakan beberapa gambar radar cuaca dan kamera berbasis ruang dan studio ke peta bumi serta simbol abstrak untuk siaran cuaca televisi. Dia membawa konsep augmented reality ke televise. Kemudian di tahun 1987, Douglas George dan Robert Morris membuat prototipe kerja dari sistem "head-up display" astronomi yang berbasis teleskop astronomi yang diletakan di lensa mata teleskop. Sedangkan di tahun 1989, Jaron Lanier membuat ungkapan Virtual Reality dan menciptakan bisnis komersial pertama di dunia maya.

1990-1999

Pada tahun 1990, Istilah Augmented Reality dikaitkan dengan Thomas P. Caudell, seorang mantan peneliti Boeing (pesawat terbang). Di tahun 1992, Louis Rosenberg mengembangkan salah satu sistem Augmented Reliaty yang berfungsi pertama kali, yang disebut Fixtures Virtual, di Laboratorium Riset Angkatan Udara A.S.-Armstrong.

Kemudian di tahun 1993, Steven Feiner, Blair MacIntyre dan Doree Seligmann membuat makalah utama pertama mengenai prototipe Augmented Reality, KARMA, pada konferensi Antarmuka Grafis. Selain itu, ada Mike Abernathy, dkk., Melaporkan penggunaan pertama dari teknologi augmented reality untuk mengidentifikasi puing-puing ruang angkasa menggunakan Rockwell WorldView. Sedangkan, Loral WDL, melakukan demonstrasi pertama yang menggabungkan kendaraan yang dilengkapi Augmented Reality dengan simulator yang berawak. Pada saat itu Loral WDL disponsori oleh STRICOM di tahun 1993.

Pada tahun 1994, Julie Martin membuat 'Augmented Reality Theatre production', dengan tema Dancing In Cyberspace, yang didanai oleh Australian Council for the Arts, menampilkan penari dan akrobat yang memanipulasi objek virtual berukuran tubuh secara nyata. Objek tersebut diproyeksikan ke ruang fisik dan bidang pertunjukan yang sama. Akrobat itu tampak terkolaborasi dengan benda dan lingkungan virtual. Instalasi sistemnya menggunakan komputer Silicon Graphics.

Kemudian pada tahun 1995, S. Ravela dkk. Di University of Massachusetts memperkenalkan sistem berbasis visi dengan menggunakan kamera monokuler untuk melacak objek di seluruh pandangan untuk mendapatkan augmented reality. Dan di tahun 1998, Spasial Augmented Reality diperkenalkan di University of North Carolina di Chapel Hill oleh Ramesh Raskar, Welch, Henry Fuchs.

Pada tahun 1999, Laboratorium Penelitian Angkatan Laut AS bergerak dalam Battlefield Augmented Reality System (BARS) untuk prototipe beberapa sistem yang dapat dipakai tentara yang beroperasi di lingkungan perkotaan untuk mengetahui situasi dan pelatihan NRL BARS. Dan pada tahun yang sama seorang ahli bernama Hirokazu Kato menciptakan ARToolKit di HITLab, dimana Augmented Reality kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh ilmuwan HITLab lainnya.

2000-2016

Di tahun 2000 Bruce H. Thomas mengembangkan game AR mobile outdoor pertama bernama ARQuake. Kemudian di tahun 2001, NASA X-38 terbang menggunakan lapisan peta video LandForm di Dryden Flight Research Center. Di tahun 2004, Sistem Augmented Reality berbentuk helm yang dipasang di luar ruangan ditunjukkan oleh Trimble Navigation dan Human Interface Technology Laboratory. Di tahun 2008, Wikitude AR Travel Guide diluncurkan pada tanggal 20 Oktober dengan ponsel Android G1.

Pada tahun 2009, ARToolkit di porting ke Adobe Flash (FLARToolkit) oleh Saqoosha, dan itu menyebabkan realitas di browser website meningkat. Di tahun 2012, ada peluncuran Lyteshot. Lyteshot merupakan platform game Augmented Reality yang menggunakan smartglasses untuk data game. Di 2013, Meta mengumumkan kit pengembang Meta 1, yang pertama untuk memasarkan tampilan tembusan Augmented Reality. Di tahun yang sama Google mengumumkan uji coba open beta terhadap Google Glass. Google Glass menggunakan internet melalui Bluetooth, yang terhubung ke layanan nirkabel di ponsel pengguna. Google Glass akan merespons saat penggunanya berbicara, menyentuh bingkai atau menggerakkan kepalanya.

Kemudian pada tahun 2015, Microsoft mengumumkan Windows Holografik dan Augmented Reality Headset, HoloLens. Perangkat tersebut menggunakan berbagai sensor dan unit pengolahan untuk memadukan definisi tinggi dari hologram dengan dunia nyata. Di tahun 2016, Niantic merilis game bernama Pokemon Go untuk operasi sistem iOS dan Android pada bulan Juli. Game ini dengan cepat menjadi salah satu aplikasi dismarthphone yang paling popular. Perlu diketahui game Pokemon Go merupakan game yang mengadopsi teknologi dari augmented reality


Cara Kerja Augmented Reality

 

cara kerja augmented reality

  1. Pertama kita harus membuat objek yang kita ingin tampilkan.
  2. Objek yang kita buat adalah objek 3D, video, foto, maupun animasi. Ada beberapa aplikasi yang digunakan.
  3. Setelah objek yang kita buat telah selesai.
  4. Objek tersebut kita simpan ke dalam library. Setelah itu kita perlu membuat marker. Marker ini berfungsi sebagai tempat menampilkan objek yang telah kita buat, nantinya marker ini akan dideteksi oleh webcam. Marker yang digunakan adalah dengan pola kotak dan memiliki standard tertentu. Setelah marker ini selesai kita buat, kita harus menyimpan marker ini ke dalam library. Tujuannya adalah untuk membedakannya dengan marker yang lain. Untuk menyimpan marker kita membutuhkan aplikasi bantuan contohnya adalah marker generator.
  5. Setelah kita membuat objek dan marker.
  6. Kita harus membuat sebuah aplikasi yang dapat membangkitkan objek dari marker dengan menggunakan bantuan builder. Aplikasi yang bisa gunakan untuk tugas ini adalah Adobe Flex SDX yang mempunyai sifat open sources dan juga berbasi action script.
  7. Saatnya kita mencoba objek, marker, serta aplikasi yang telah kita buat.
  8. Kita harus hadapkan marker ke depan webcam. Setelah itu, akan melewati proses pendeteksian dan pengkalkulasian gambar :
  • Webcam akan mendeteksi secara keseluruhan
  • Fungsi webcam disini seperti sebuah cermin, menampilkan objek yang kita buat secara terbalik. Proses ini disebut dengan Get Webcam Image.
  • Proses Labeling
  • Dalam proses ini pola kotak dari marker yang kita buat akan ditemukan. Dari pola kotak tersebut makan akan dilakukan proses labeling.
  • Proses Match up the patterns
  • Proses ini akan melakukan pencocokan serta perhitungan marker yang ada didalam library dengan marker yang dideteksi.
  • Setelah marker sesuai dengan marker yang berada didalam library
  • maka objek akan dirender serta ditampilkan ke dunia virtual.
  • Proses terakhir adalah memilih pattern yang sesuai dan merender objek.

Kenapa augmented reality dibutuhkan dalam kehidupan?

Dalam kehidupan, teknologi augmented reality sangat dibutuhkan karena teknologi ini berguna diberbagai bidang. Teknologi augmented reality memiliki kelebihan yang memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaannya, serta dalam pengembangan augmented reality itu sendiri. Disamping kelebihan yang dimiliki oleh augmented reality, teknologi ini sendiri juga masih memiliki kekurangan.

Kelebihan :

  • Pengembangan Augmented Reality tidak terlalu sulit. Berbeda dengan virtual reality yang pada saat ini pemakaiannya masih terbatas oleh kalangan tertentu. Augmented Reality tersebar dengan cepat dalam berbagai bidang.
  • Augmented Reality bisa diaplikasikan di berbagai media. Teknologi ini dapat diaplikasikan di dalam sebuah smartphone berupa aplikasi maupun didalam sebuah games, media cetak, atau yang lainnya.
  • Permodelan objeknya sederhana. Karena Augmented Reality tidak menampilkan banyak objek namun objek yang ditampilkan hanya beberapa.
  • Biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan dan pengembangan Augmented Reality tidak besar.

Kekurangan :

  • Melacak sudut pandang yang digunakan oleh pengguna. Permasalahannya adalah untuk mencari sudut pandang yang menarik dalam citra dari benda virtual.
  • Dalam beberapa penerapannya, dibutuhkan perangkat khusus tambahan seperti Augmented Reality Gear.

Kesimpulan

Augmented Reality merupakan teknologi baru yang diciptakan para pakar. Augmented Reality menggabungkan benda dari dunia virtual dua ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan tiga dimensi lalu benda-benda dunia virtual tersebut diproyeksikan ke dunia nyata. Teknologi ini mampu memperkecil batas antara apa yang dihasilkan oleh komputer atau sistem berupa benda virtual dengan apa yang nyata. Augmented Reality belum mampu untuk mewujudkan realitas yang dihasilkan oleh komputer sepenuhnya, realitas tersebut hanya untuk menambahkan atau melengkapi. Teknologi Augmented Reality sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang karena memiliki banyak manfaat yang memudahkan pekerjaan para penggunanya. Augemnted Reality berbeda dengan Virtual Reality. Teknologi Augmented Reality tidak menggantikan posisi dunia virtual menjadi dunia nyata. Sedangkan Virtual Reality membuat posisi dunia virtual menggantikan posisi dari dunia nyata. Augmented Reality menggambung dunia nyata dan dunia virtual. Augmented Reality membuat penggunanya bisa berinteraksi dengan benda-benda yang berasal dari dunia virtual.

Augmented Reality memiliki 2 metode yaitu Marker Augmented Reality dan Markeless Augmented Reality. Dalam metode marker augmented reality, kita memerlukan sebuah marker sebagai tempat untuk menampilkan objek yang kita buat. Sedangkan pada metode markerless augmented reality tidak memerlukan lagi sebuah marker untuk menampilkan objek virtual. Metode markerless augmented reality memilik beberapa teknik seperti face tracking, 3D object tracking, motion tracking, dan GPS based tracking. Teknik face tracking digunakan agar komputer dapat mengenali wajah manusia. Komputer dapat mengenali posisi dari mata, hidung, dan mulut. Sedangkan teknik 3D object tracking dibuat agar dapat mengenali benda-benda mati yang berada disekitar pengguna seperti mobil, tv, lemari, ataupun yang lainnya. Lalu, teknik motion tracking dapat mengenali gerakan manusia. Yang terakhir ada teknik GPS based tracking. Teknik ini memanfaatkan fitur GPS dalam penggunaannya untuk menunjukan arah, ataupun menemukan suatu tempat.

Augmented Reality sangat berguna di dalam kehidupan karena dapat membantu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Pengembangan Augmented Reality tidak memerlukan biaya yang besar. Augmented Reality bisa diaplikasikan di berbagai media seperti smartphone,dan perangkat keras yang lainnya seperti kacamata (Google Glass) ataupun diaplikasikan ke dalam sebuah aplikasi berupa games, ataupun yang lainnya. Namun Augmented reality juga memilik kekurangan seperti sulitnya melacak sudut pandang yang menarik dalam citra dari benda virtual dan juga di dalam beberapa penerapannya, dibutuhkan perangkat khusus tambahan seperti Augmented Reality Gear.


Referensi

https://www.lifewire.com/applications-of-augmented-reality-2495561
https://augmentedrealityespana.wordpress.com/2015/04/21/implementation-of-augmented-reality-advantages-and-disadvantages-2/
https://en.wikipedia.org/wiki/Augmented_reality
http://whatis.techtarget.com/definition/augmented-reality-AR
http://www.t-immersion.com/augmented-reality/future-vision




Popular posts

Sistem informasi global dan penerapannya oleh perusahaan multinasional

Bullwhip effect

Analisis sensitivitas