Employee relationship management

pengertian employee realtionship management


Dalam era globalisasi ini, kita tahu teknologi dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan dengan memaksimalisasi penggunaan teknologi yang menguntungkan sesuai kebutuhan perusahaan. Sekarang ini, banyak pemanfaatan teknologi dalam bidang informasi terkhusus dalam relationship management. Relationship management banyak diarahkan pada bagaimana menjalin relasi dengan konsumen yang dikenal dengan Costumer Relationship Management (CRM). Banyak perusahaan besar menghabiskan banyak sumber daya untuk membangun sistem yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan loyalitas dari konsumen. Salah satunya dengan cara menawarkan sebuah layanan yang bersifat responsif kepada konsumen sesuai dengan data konsumen yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Dengan adanya sebuah sistem yang mengelola hubungan dengan Pemasok , perusahaan akan mampu mengkoordinasikan dan mengotomatisasikan proses yang terkait dengan integrasi dan komunikasi pemasok . Masih banyak bentuk-bentuk dari relationship management lainnya yang terus dikembangkan dan diadopsi kedalam bentuk yang berbeda.


Kontributor:
Puput Ade Irawan


Tentang ERM

Apabila kita perhatikan, kesamaan dari bentuk relationship management di atas adalah pihak yang dikelola selalu berasal dari eksternal perusahaan karena merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan performa sebuah perusahaan. Namun, kita juga perlu tahu kalau terdapat pihak lain yang juga memiliki peranan yang tidak kalah penting terhadap performa perusahaan, yaitu pihak internal. Pihak tersebut adalah karyawan. Karyawan merupakan aset penting penting dari kesuksesan sebuah perusahaan. Bila kinerja karyawan bagus dan maksimal, maka akan memberikan dampak yang sangat positif bagi perusahaan karena kinerja perusahaan juga akan meningkat dan juga maksimal.

Karyawaan akan bekerja untuk perusahaan dalam jangka waktu yang cukup lama, menjaga hubungan yang baik pada karyawan akan mmpengaruhi performa perusahaan pada jangka waktu yang lama pula, berbeda dengan konsumen maupun supplier yang bisa datang silih berganti. Konsep relationship management yang mengelola hal tersebut dikenal dengan Employee Relationship Management (ERM). Disini kita akan membahas lebih mendetail apa itu ERM.


fungsi employee realtionship management

Definisi employee relationship management

Employee relationship management (ERM) adalah pemanfaatan teknologi informasi pada area sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan yang berdampak pada peningkatan performa perusahaan. Area sumber daya manusia atau human resources sangat luas seperti performance, learning development, research development dan sebagainya. Maka dari itu teknologi ERM mencangkup area yang luas dalam perusahaan. Selain itu, ERM juga dapat diartikan sebagai penghubung yang secara efektif memantau dan mengelola hubungan antara individu dari tim yang sama atau dari tim yang berbeda, dimana kegiatan pengelolaan hubungan karyawan membantu memperkuat ikatan di antara karyawan serta memastikan bahwa masing-masing merasa puas dan menikmati hubungan yang sehat satu sama lain. ERM juga dapat menjadi alat ukur kepuasan karyawan dalam tim dan memantau proses kinerja karyawan dalam maupun luar tim.


Klasifikasi ERM

Employee Relationship Management (ERM) atau Manajemen hubungan dengan karyawan dapat dikelompokkan berdasarkan sistem informasi sumber daya manusia , sistem manajemen tenaga kerja, sistem manajemen alur kerja, sistem manajemen pengetahuan, dan sosial media. Klasifikasi manajemen hubungan dengan karyawan dibuat dengan mempertimbangkan seluruh karyawan dalam mengambil langkah untuk memastikan bahwa kebutuhan hidup karyawan seimbang dan diperhitungkan dalam perhitungan tugas kerja.

Manajemen hubungan dengan karyawan mengacu pada penggunaan teknologi dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Konsep ini didasarkan pada Customer Relationship Management, dengan karyawan berada di pusatnya. Jadi, konsep ini memungkinkan untuk mencakup semua masalah yang terkait dengan hubungan antara perusahaan dan karyawannya.

Wokforce Management System (WMS) atau Sistem Manajemen Tenaga Kerja adalah seperangkat proses terpadu yang digunakan oleh sebuah institusi untuk mengoptimalkan produktivitas manajemen perusahaan, front line supervisor, manajer toko dan pekerja di seluruh operasi manufaktur, distribusi, transportasi, dan ritel. Manajemen Tenaga Kerja terkadang disebut sebagai Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, atau Manajemen Aset Tenaga Kerja, atau bagian dari sistem ERP.

Workflow Management System atau Sistem Alur Kerja adalah perangkat lunak yang menyediakan infrastruktur untuk memasang, mengeksekusi, dan memonitor alur kerja ilmiah. Sistem alur kerja dapat membantu mengelola dan mengkoordinasikan arus kerja dari dan untuk karyawan.

Knowledge Management System atau Sistem Manajemen Pengetahuan adalah proses menciptakan, membagikan, menggunakan dan mengelola pengetahuan dan informasi suatu organisasi. Sistem Manajemen Pengetahuan dapat membantu karyawan untuk saling berbagi pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi di perusahaan.

Sosial media adalah kategori sistem yang memungkinkan kolaborasi dan komunikasi penggunanya. Dengan menggunakan sosial media, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawannya aman dan perusahaan bisa selalu mendapatkan informasi terkini apabila karyawannya berada di wilayah kerusuhan tertentu. Dengan demikian, karyawan akan berhasil memperkuat brand perusahaan mereka dengan memberikan informasi secara efisien kepada stafnya.


Fungsi employee relationship management

Employee Relantionship Management (ERM) mengacu pada pengelolaan hubungan antara berbagai karyawan dalam suatu organisasi. Hubungan tersebut bisa antara karyawan dan atasan serta antar karyawan pada level yang sama.

Manajemen hanyalah teknik yang membawa orang bersama pada perangkat yang sama dan membimbing mereka sehingga mereka mencapai target yang diinginkan tanpa berkelahi satu sama lain. Manajemen tidak lain adalah mengelola sesuatu secara efektif sehingga tugas diselesaikan tanpa kerepotan dan kebingungan. Manajemen dibutuhkan di mana-mana.

ERM adalah seni yang secara efektif memantau dan mengelola hubungan antara individu-individu dari tim yang sama atau dari tim yang berbeda. Kegiatan pengelolaan hubungan karyawan membantu memperkuat ikatan di antara karyawan dan memastikan bahwa masing-masing merasa puas dan menikmati hubungan yang sehat satu sama lain seperti yang sudah dijelaskan di atas. ERM mencakup berbagai kegiatan yang dilakukan oleh atasan atau manajemen untuk mengembangkan hubungan yang sehat antara karyawan dan mendapatkan yang terbaik dari setiap anggota tim.

Manfaat employee relationship management :

  1. Transparansi dalam komunikasi sangat penting bagi ERM yang sehat.
  2. Informasi penting harus disampaikan di hadapan semua orang, di mana setiap orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan opininya dengan bebas. Informasi penting juga bisa diletakkan di papan pengumuman agar setiap orang bisa membaca dan mendapatkan gambaran umum.
  3. Memotivasi individu untuk bekerja sama mungkin dalam kelompok sehingga tingkat kenyamanan meningkat.
  4. Semakin mereka berbicara, semakin mereka saling mengenal. Beri mereka target, tenggat waktu dan mintalah mereka untuk saling membantu dan mencapai sebuah kesimpulan. Mereka pasti akan mendekati cara ini dan mulai saling percaya satu sama lain.
  5. Tentukan pekerjaan yang menantang bagi anggota tim sehingga mereka merasa termotivasi untuk memberikan tingkat terbaiknya.
  6. Jangan menugaskan sesuatu yang menurut mereka tidak menarik. Tanggung jawab harus dibagi rata di antara anggota tim dan tidak ada karyawan yang harus terbebani. Setiap karyawan harus menyadari area tanggung jawab utamanya untuk menghindari kebingungan agar pekerjaan tersebut tidak monoton dan membosankan .
  7. Karyawan harus termotivasi untuk menghindari politik dan menyalahkan permainan di tempat kerja.
  8. Hindari masuk ke dalam kontroversi yang tidak perlu dan kritik yang tidak berguna di tempat kerja. Hormati anggota tim dan juga atasan. Adalah penting bahwa seseorang mempercayai manajemennya daripada tidak perlu menemukan kesalahan. Hindari konflik dan mencoba menyesuaikan diri satu sama lain. Tidak apa-apa berteman dengan rekan kerjamu tapi tidak memiliki harapan yang tidak realistis dari siapapun.
  9. Partialitas harus dihindari untuk hubungan karyawan yang lebih baik.
  10. Perlakukan semua orang sebagai satu dan setiap individu harus menghormati privasi masing-masing. Ada batasan untuk segala hal dan karena itu terlalu memanjakan diri dalam pekerjaan masing-masing, terlalu banyak sifat ramah harus dihindari.

Peran employee relationship management

Bisnis hari ini telah mengalami perkembangan yang sangat dinamis dimana perubahan terjadi secara drastis dan cepat. Bisnis menjadi ladang bagi banyak pengusaha di dunia, tapi tahu kah anda? Bisnis sekarang adalah era berbagi? Berbagi, ya anda pasti masih berpikir bahwa bisnis adalah urusan jual-beli. Tidak, hal itu telah berubah sejak tahun 2000an dimana konsep berbagi ini adalah sharing economy.

Sharing economy yang dimaksud adalah berbagi kreasi, aset atau layanan. Entah itu dengan sesama pelaku bisnis atau sesama pekerja suatu kantor perusahaan. Bila sharing yang dilakukan sesama pelaku bisnis biasanya akan saling berbagi aset perusahaan, berbeda dengan sharing yang dilakukan sesama pekerja di dalam suatu kantor karna yang akan dibagi adalah ilmu atau kreasi untuk mendukung perusahaan mencapai tujuannya.

Pekerja yang dimaksud mencakup semua strata dari CEO sampai Employee maka yang mereka saling bagi adalah strategi bisnis, ilmu bisnis, metode dan hal-hal keilmuan lain yang berkaitan dengan bisnis. Semua itu dilakukan demi meningkatkan performa perusahaan, maka perusahaan harus menciptakan sistem yang dapat menciptakan sinergi antar karyawan secara vertikal dan horizontal.

ERM, Employee Relationship Management adalah cara untuk merangkul karyawan dari semua bagian dan tingkatan dengan menciptakan hubugan timbal balik yang menguntungkan antar perusahaan dengan karyawan. Hubungan itu dibentuk dengan memberlakukan kebijakan yang dapat mengelola relasi dan komunikasi yang baik, antara perusahaan dengan karyawan dan karyawan dengan karyawan.

Dengan menjadikannya sistem yang berbasis teknologi Informasi, ERM yang dapat mengelola semua relasi dan aktivitas yang dilakukan dan merangkumnya menjadi sebuah informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan evaluasi atau pengambilan keputusan untuk meningkatkan performa, terkait hal ini ERM membantu melakukan monitoring, evaluasi dan juga pengetahuan terkait relasi antara perusahaan dengan karyawannya guna mencapai tujuan perusahaan.


Strategi untuk memaksimalkan employee relationship management

  1. Memberikan pekerjaan yang menantang bagi anggota tim
  2. Sehingga mereka merasa termotivasi untuk memberikan performa terbaiknya. Hindari penugaskan sesuatu yang menurut anggota tim tidak menarik. Pekerjaan harus dibagi rata di antara karyawan sesuai dengan tanggung jawab mereka dan tidak ada karyawan yang harus terbebani.
  3. Mengembangkan 'kemitraan' dengan serikat pekerja
  4. Mengakui bahwa karyawan adalah stakeholder dan oleh karena itu adalah untuk keuntungan dari kedua belah pihak diperlukan kerja sama.
  5. Memperbanyak aktivitas kelompok di lingkungan kerja
  6. Memotivasi karyawan untuk bekerja sama dalam kelompok akan menciptakan suatu sinergi dan merupakan salah satu cara bagi karyawan untuk mengetahui satu sama lain. Karyawan maupun manager harus memperlakukan anggota timnya sebagai bagian dari keluarga atau partner. Pendekatan secara informal juga diperlukan untuk setiap manajer di waktu kerja maupun di waktu lain seperti makan berssma, atau perayaan hari agama/nasional sehingga manager lebih mengenal karyawannya dan memahami permasalahan yang mereka hadapi.
  7. Manager harus mengakomodasi setiap keluhan dan ketidakpuasan yang dialami karyawannya
  8. Menetapkan target dan minta semua anggota tim Anda berkontribusi sama dan mencapai target dalam jangka waktu yang diinginkan. Memotivasi mereka untuk bekerja dalam kelompok. Dengan cara ini, para karyawan tidak memiliki pilihan lain selain mempercayai rekan kerja mereka dan saling membantu juga. Seorang karyawan harus memiliki kebebasan untuk mengungkapkan idenya dan mereka mempunyai posisi yan sama untuk memutuskan sesuatu yang akan berpengaruh terhadap mereka.
  9. Meningkatkan sejauh mana manajemen mengontrol operasi di berbagai daerah sebagai bentuk fleksibilitas
  10. Transparansi dalam komunikasi sangat penting dalam Employee Relationship Management yang baik
  11. Hirarki atau struktur perusahaan seharusnya tidak terlalu rumit sehingga setiap karyawan harus bisa saling terhubung satu sama lain. Informasi penting harus disampaikan di hadapan semua karyawan, dan setiap karyawan juga memiliki kebebasan untuk mengungkapkan opininya dengan bebas.
  12. Partialitas harus dihindari untuk menjalin hubungan dengan karyawan yang lebih baik
  13. Manager sehendaknya memperlakukan semua karyawan sama dan adil. Setiap karyawan juga harus menghormati privasi masing-masing.
  14. Manager atau pimpinan tim harus menghindari management yang otoriter yang berusaha “mendominasi” anggota tim mereka
  15. Pemimpin tim harus memahami kebutuhan dan ekspektasi karyawannya.

Kesimpulan

Employee relationship management yaitu pemanfaatan teknologi informasi pada sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan loyalitas karyawan yang berdampak pada peningkatan performa perusahaan. Selain itu, ERM juga dapat diartikan sebagai penghubung yang secara efektif memantau dan mengelola hubungan antara individu dari tim yang sama atau dari tim yang berbeda, dimana kegiatan pengelolaan hubungan karyawan membantu memperkuat ikatan di antara karyawan serta memastikan bahwa masing-masing merasa puas dan menikmati hubungan yang sehat satu sama lain.

Employee Relationship Management (ERM) atau Manajemen hubungan dengan karyawan dapat dikelompokkan berdasarkan sistem informasi sumber daya manusia , sistem manajemen tenaga kerja , sistem manajemen alur kerja, sistem manajemen pengetahuan, dan sosial media. Employee Relantionship Management (ERM) lebih mengacu kepada pengelolaan hubungan antara berbagai karyawan dalam suatu organisasi.

Dengan menjadikan sistem yang berbasis teknologi Informasi, ERM dapat mengelola semua relasi dan aktivitas yang dilakukan dan merangkumnya menjadi sebuah informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan evaluasi atau pengambilan keputusan untuk meningkatkan performa, terkait hal ini ERM membantu melakukan monitorng, evaluasi dan juga pengetahuan terkait relasi antara perusahaan dengan karyawannya guna mencapai tujuan perusahaan.

Strategi yang baik dalam pelaksanaan ERM juga dibutuhkan guna memaksimalisasi system ERM. Strategi tersebut adalah memberikan pekerjaan yang menantang bagi anggota tim sehingga mereka merasa termotivasi untuk memberikan performa terbaiknya. Hindari penugaskan sesuatu yang menurut anggota tim tidak menarik, mengembangkan 'kemitraan' dengan serikat pekerja, mengakui bahwa karyawan adalah stakeholder dan oleh karena itu adalah untuk keuntungan dari kedua belah pihak diperlukan kerja sama, memperbanyak aktivitas kelompok di lingkungan kerja, menetapkan target dan minta semua anggota tim Anda berkontribusi sama dan mencapai target dalam jangka waktu yang diinginkan, transparansi dalam komunikasi sangat penting dalam Employee Relationship Management yang baik, partialitas harus dihindari untuk menjalin hubungan dengan karyawan yang lebih baik, dan manager atau pimpinan tim harus menghindari management yang otoriter yang berusaha “mendominasi” anggota tim mereka

Referensi

http://ccm.net/contents/211-employee-relationship-management-erm
library.iugaza.edu.ps/thesis/116745.pdf
http://smallbusiness.chron.com/employee-relationship-management-709.html

Popular posts

Sistem informasi global dan penerapannya oleh perusahaan multinasional

Analisis sensitivitas

Ergonomi dan kaitannya dengan dunia kerja