Diskriminasi harga


Diskriminasi harga mengarah pada pemakaian harga yang berbeda pada produk atau jasa yang sama, kepada pelanggan atau pemasaran yang berbeda. Diskriminasi harga terjadi ketika produk yang akan dijual kepada konsumen menggunakan harga yang berbeda-beda. Biaya produksi yang digunakan sama, bila ada perbedaan dalam biaya produksi tidak akan memiliki perbedaan yang jauh. Profit oriented sudah menjadi tujuan utama bagi setiap penjual, hal ini yang menjadi alasan diskriminasi harga diterapkan dalam dunia bisnis yang diperoleh dari laba yang didapatkan dari konsumen.

Dengan tidak mengesampingkan kualitas dari produk itu sendiri produsen juga harus menjamin keamanan produk yang mereka ciptakan sehingga tidak menghilangkan kepercayaan konsumen.


Kontributor:
Ika Risani


Apakah diskriminasi harga itu?

Diskriminasi harga mengarah pada pemakaian harga yang berbeda pada produk atau jasa yang sama, kepada pelanggan atau pemasaran yang berbeda.Tujuan utama produsen melakukan diskriminasi harga yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Selain untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, juga untuk mendapatkan pelanggaan tetap. Semakin banyak produsen memiliki pelanggan maka akan semakin besar keuntungan akan diperoleh serta akan mendapat kepercayaan konsumen dengan cara melindungi produknya agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.


Mengapa produsen melakukan diskriminasi harga?

Penjual menggunakan harga berbeda kepada setiap pelanggan tergantung intensitas permintaan. Semakin banyak pelanggan membeli produknya maka akan dikenakan diskon atau pengurangan harga dan bisa juga karena sudah lama berlangganan kepada penjual tersebut. Sehingga muncul rasa kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan produsen. Di bidang jasa, penjual mengenakan harga berbeda pada setiap kelas pembeli. Seperti tingkat terendah,menengah,dan keatas. Jasa yang ditawarkan akan berbeda sesuai dengan sub kelas yang dipilih konsumen. Jika konsumen memilih sub kelas terendah maka akan mendapatkan sedikit kenyamanan,apabila konsumen memilih sub kelas keatas maka akan mendapatkan tingkat kenyamanan yang maksimal.


Kapan diskriminasi harga itu sering terjadi?

Kebanyakan diskriminasi harga terjadi saat menjelang lebaran. Harga kebutuhan pokok saat menjelang lebaran akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun seperti sebuah tradisi. Kenaikan harga saat lebaran bisa menjadi dua kali lipat atau lebih. Jika terjadi seperti ini pemerintah akan turun tangan untuk menstabilkan harga pasaran. Selain lebaran faktor kelangkaan juga dapat menjadi penyebabnya. Semakin langka suatu kebutuhan maka akan terjadi diskriminasi harga. Karena barang yang merupakan bahan utama suatu usaha bisnis atau apapun yang menjadi kebutuhan sulit di dapat. Dapat juga karna faktor lokasi. Semakin dekat dengan sumbernya maka tidak terlalu banyak keuntungan yang diperoleh,apabila semakin jauh letaknya maka akan memperoleh laba yang besar. Seperti harga sayuran akan lebih murah bila membeli di perkebunan ketimbang di pasar.


Contoh siapa saja yang menerapkan diskriminasi harga

  • Pada jasa profesional seperti auditor,dokter,notaris,dan sebagainya akan menerapkan harga yang berbeda-beda kepada kliennya. Mereka menerapkannya sesuai dengan kemampuan konsumennya. Jika orang mampu akan membayar mahal,jika kurang mampu akan dikenakan diskon.
  • Reseller yang membeli barang dengan jumlah besar dan paketan maka akan mendapatkan penurunan harga. Seperti yang sudah di jelaskan pada point B diatas. Produsen akan merasa senang jika konsumen percaya terhadap produknya.
  • PT KAI yang menerapkan harga tiket kereta yang berbeda seperti kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Dengan tarif yang berbeda tersebut kenyamanan yang didapat penumpang akan berbeda pula. Pada sub kelas ekonomi, akan memberikan sedikit kenyamanan. Seperti tempat duduk yang saling berhadapan serta sempit dan AC. Pada sub kelas bisnis, akan memberikan kenyamanan yang lumayan. Seperti tempat duduk dengan dua kursi tetapi tidak saling berhadapan namun longgar dan AC. Pada sub kelas eksekutif, akan memberikan kenyamanan yang maksimal, seperti tempat duduk ternyaman,AC,dan juga terdapat televisi disetiap gerbong kereta api.
  • Harga tiket menonton di bioskop akan berbeda di hari biasa daripada saat weekend. Dengan tujuan agar mendapat keuntungan yang lebih besar dari hari biasanya.
  • Harga barang yang dibeli dari pabriknya langsung akan lebih murah ketimbang yang sudah dipasarkan ke toko-toko atau swalayan.

Bagaimana diskriminasi harga diterapkan?

Diskriminasi harga dapat terjadi bila diawali dua hal sebagai berikut:

  • Para penjual mengetahui perbedaan harga dan dapat menggolongkan pembeli ke dalam kelompok berdasarkan elastisitas yang berbeda-beda. Ada konsumen tingkat pertama,kedua,serta ketiga.Tingkat pertama seperti grosiran,tingkat kedua reseller,tingkat ketika seperti warung-warung kecil.
  • Pembelian yang mempunyai elastisitas permintaan yang berbeda-beda. Seperti yang sudah dijelaskan pada point B, semakin banyak pelanggan membeli produknya maka akan dikenakan diskon atau pengurangan harga. Jika konsumen hanya membeli sebagian kecil dari produknya maka tidak akan terjadi pengurangan harga atau diskon.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, model diskriminasi harga memberi perluasan dan perspektif
realistis dari harga jasa dengan mempertimbangkan fakor lingkungan eksternal, faktor internal
dan sensitivitas konsumen. Hasil berbagai faktor yang dilakukan oleh para ahli, konsumen,
dan manajer diharapkan dapat membantu mengidentifikasi dimensi jasa dengan tingkat karakteristik
kontribusi, tinggi atau rendahnya terhadap faktor diskriminasi harga. Sehingga akan
membantu manajer untuk memperbaiki kekurangan terhadap jasa yang ditawarkan. Hasil gabungan dari dimensi didasarkan pada skor untuk masing-masing variabel yang akan membuat manajer mampu untuk membangun strategi pemasaran secara umum dan secara khusus membangun strategi penetapan harga yang sesuai.

Popular posts

Sistem informasi global dan penerapannya oleh perusahaan multinasional

Analisis sensitivitas

Ergonomi dan kaitannya dengan dunia kerja